“Realitas terbagi menjadi dua wilayah. Satu wilayah adalah dunia indra, yang di dalamnya tidak ada sesuatu yang selalu ada, yang ada hanyalah segala sesuatu yang datang dan pergi. Wilayah lain adalah dunia ide, yang tidak dapat ditangkap dengan indra, tetapi bentuk-bentuknya kekal.”
Benar atau tidaknya, siapa yang tau. Tapi setidaknya itulah realitas yang dipercayai oleh Plato dalam sebuah buku yang beberapa waktu lalu sempat kubaca.
Dunia ide... Mungkin kesana larinya segala idealisme usang yang terbengkalai.
Lerak, ditinggal si pemimpi yang dikalahkan takdir.
Yang kini tengah berupaya, mencari cara agar idealisme baru yang ia tanam tak bernasib serupa.
Meski yang bisa dilakukannya sebatas melakukan apa yang bisa dia upayakan,
Meski pada akhirnya, bukan dia yang memutuskan,
Setidaknya kini ia tau. Lebih tepatnya telah diberitau, entah oleh (si)apa, yang mengatakan bahwa
Setidaknya kini ia tau. Lebih tepatnya telah diberitau, entah oleh (si)apa, yang mengatakan bahwa
Di masa-masa ini akan banyak pelajaran hidup yang dia dapatkan soal idealisme dan realitas.
Dia akan belajar berdamai dengan diri sendiri saat idealisme yang selama ini diyakininya tidak bisa ia diterapkan di kehidupan nyata.
Dia akan mengerti, bahwa orang yang tidak bisa mengikuti idealismenya, bukan berarti munafik.

Comments
Post a Comment